
Rengas Abang — Suasana keagamaan yang khidmat memenuhi Masjid Al-Huda Desa Rengas Abang pada pelaksanaan Manaqib Jawahirus Syafa’ah, sebuah majelis dzikir yang telah menjadi tradisi dan sarana memperkuat iman serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Acara manaqib kali ini diikuti langsung oleh Kepala Desa Rengas Abang, bersama jamaah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat lainnya. Kegiatan dipimpin oleh Ustadz Abdul Qodir selaku Pimpinan Manaqib Jawahirus Syafa’ah Desa Rengas Abang, serta dibina oleh Nursayid, S.Pd.I, yang selama ini menjadi pembina dan penggerak utama majelis.
Tradisi Rutin Setiap Ahad Kliwon
Manaqib Jawahirus Syafa’ah di Desa Rengas Abang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Ahad Kliwon. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran dari satu lokasi ke lokasi lainnya di lingkungan desa, sehingga seluruh jamaah dan warga dapat merasakan keberkahan dan kebersamaan dalam kegiatan spiritual ini.
Tradisi ini telah berjalan sejak lama dan menjadi salah satu wadah penguatan nilai-nilai religius di masyarakat.
Sambutan Kepala Desa Rengas Abang

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rengas Abang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan manaqib yang terus hidup di tengah masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan akhlak warga.
“Kegiatan manaqib rutin ini bukan sekadar ritual, tetapi ruang pembinaan dan penguatan rohani bagi kita semua. Semoga terus dilestarikan dan memberi keberkahan untuk Desa Rengas Abang,” ujarnya.
Siraman Rohani dari Pembina Manaqib

Acara dilanjutkan dengan siraman rohani oleh Nursayid, S.Pd.I, yang memberi tausiyah penuh hikmah tentang pentingnya memperbanyak dzikir, menjaga akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah. Jamaah terlihat antusias dan khusyuk menyimak pesan-pesan spiritual yang disampaikan.
Rangkaian Pelaksanaan
Dipandu oleh Ustadz Abdul Qodir, pembacaan Manaqib Jawahirus Syafa’ah berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Doa bersama menjadi penutup acara, dengan harapan tercurahnya keselamatan, ketentraman, serta kemajuan bagi Desa Rengas Abang. ( Nur/30 )
